Curhat (Thoughts) · Experiences · Healthy Life

Aku Sang Pembenci Kopi

Sumber gambar: reportshealthcare.com

Jangan kaget baca judulnya ya. Aku memang asli seseorang yang membenci kopi dan temannya juga si teh manis. Melihat tulisan Kak Shiq yang baru ia posting kemarin, aku jadi ingin membuat tulisan yang bertentangan dengan tulisannya. Bukan. Jangan berpikiran aku seorang pembaca yang songong ya. Apalagi kalau kalian berpikir aku hatersnya Kak Shiq, Itu salah. Justru dia adalah salah satu panutanku dalam menulis, dia menginspirasi aku dari gaya bahasa yang EYD-banget dan tulisan beliau warna-warni dengan link-link friendly di dalamnya. 😂 Dan itu jadi reminder tersendiri untuk mencantumkan link hidup agar tulisan kita terdeteksi SEO-Friendly *cmiiw.

Jadi, yang kutentang bukan tentang bagaimana dia menulis, tapi lebih ke gaya hidupnya, dimana dia adalah seorang penikmat kopi (sama aja jen😒). Aku membuat tulisan ini karena memang aku adalah pembenci kopi dan teh manis untuk dikonsumsi sebagai minuman. Tapi lain lagi ceritanya kalau bubuk kopi dan teh untuk masker wajah, aku juaranya 👍😆

Seberapa bencinya kamu terhadap kopi dan teh manis?

Rangenya 10/10. Besar ya? Hehehe. Kenapa?

Mari kita telaah kandungan yang terdapat dalam kopi dan teh. Menurut wikipedia, keduanya mengandung kafein yang tinggi dan menyebabkan hal-hal yang tidak baik nagi kesehatan. Kalau kamu mau tahu, beberapa jenis narkoba juga punya kandungan yang sama seperti kopi, yaitu memberi efek stimulan, yang mana berefek mempercepat jantung dan otak lebih dari biasanya sehingga pengguna akan memiliki tenaga ekstra. Sumber: https://www.google.com/amp/s/halosehat.com/farmasi/aditif/20-jenis-jenis-narkoba-gambar-efek-dampak-dan-pengertiannya/amp. Yang sudah bisa dipastikan bisa menyebabkan kecanduan seperti yang dialami oleh Kak Shiq dalam tulisannya.

Tapi memang di dunia kesehatan tidak bisa dipungkiri bahwa apa saja bisa jadi obat bila di racik dengan senyawa yang tepat dan dengan dosis yang pas. Contohnya ya kopi dan teh ini, atau yang lebih jarang misalnya bakteri bisa diracik sedemikian rupa sehingga menjadi minuman fermentasi yang menyehatkan. 👍

Lagipula kopi itu rasanya pahit. Selain karena memang kafein pada kopi bisa merusak imun tubuh, sebelum aku tahu itu memang sudah dilarang dari agamaku yaitu Kristen Advent untuk menghindari hal-hal yang merusak tubuh, seperti: rokok, narkoba, kopi, teh, alkohol, soda berkarbonasi tinggi. Itu semua bisa dibilang diharamkan bagi umat Kristen Advent. Larangan itu bahkan dimasukkan ke dalam doktrin ajaran, mungkin bagi umat Muslim lebih mirip Sunah atau Hadis *cmiiw. Karena memang dalam Alkitab ada tertulis,

Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? —1 Korintus 6:19

Jadi memang sudah seharusnya kota menjaga tubuh kita ini dari hal-hal yang merusak. Termasuk vape/sisha walau tidak dicantumkan tapi kita bisa ukur seberapa baiknya itu untuk kita konsumsi.

Lalu pernahkah kamu mengkonsumsi kopi dan teh?

Jujur aku pernah minum keduanya sebelum aku mengerti. Aku konsumsi dengan berbagai alasan, entah untuk coba-cobalah, pernah aku gatau bahwa minuman itu teh malah kuminum, kepepet haus (alibinya minuman yang ada hanya itu aja), mepet ngerjain tugas biar ngejreng lah, apalah apalah.

Tapi setelah aku tahu kebenarannya bahwa itu semua tidak baik untuk kesehatan, aku sudah tidak mengkonsumsinya lagi sampai pada minggu lalu aku mengalami diare akut (sepertinya) karena aku tidak periksa ke dokter juga, karena orang tuaku sedang pergi ke Sumatera minggu lalu, jadi aku tahan sambil minum obat warung dan racikan ramuan dari tumbuhan yang ada di kulkas. Dan yang ada di kulkas adalah bubuk teh.

Well.. Sepengalaman bapake, ketika dia kena diare juga, minumannya adalah teh. Tapi bedanya, beliau pakai gula dan aku tidak. Soalnya, bila tehku diberi gula maka perutku akan bergejolak lebih parah lagi. Menurut studi, jika seseorang mengalami diare, dia tidak bisa mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung pemanis (gula, pemanis buatan, biang gula, dll). Yaah ampuh juga untuk menenangkan rasa mules di perutku selama 1 jam. Waktu itu aku buang air setiap 15 menit sekali. Range terlama adalah 30 menit tapi rasa sakitnya itu loh, duh. Ga nahan. Tapi aku lagi cari alternatif dari teh ke tanaman lain, bila kalian tahu tolong beri tahu aku lewat kolom komentar di bawah ya!

Okay, balik lagi ke kopi dan teh. Untuk mengatasi cobaan, aku mengkonsumsi mereka sebagai masker untuk treatment wajah. Dan itu ampuh dan nikmat sekaliii 😍😘

Terimakasih Kak Shiq sudah menginspirasi aku untuk membuat tulisan ini! 😄

jenari

Advertisements

18 thoughts on “Aku Sang Pembenci Kopi

  1. kalau minum teh kemudian kopi dalam jarak waktu yang tak begitu lama, emang akan ada efek buruk pada perut.
    tapi teh (teh hangat) juga baik kok untuk kesehatan, kopi juga selama pemakaiannya tidak berlebih.

    Liked by 2 people

      1. gak apa luna, sedikit aza, hahaha
        entah kenapa aku tak pernah kecanduan sama apapun
        sama rokokpun, aku bisa menghentikan kapan saja, cuma tetep ngerokok juga sih, walaupun tidak selalu seperti yang kecanduan rokok

        Liked by 1 person

      1. Kalau aku karena maag Jena, dulu suka ngopi juga sih. Tp sekarang udah enggak.
        Hihi.
        Btw udah pernah cerita ttg kopi jadi masker kah, aku mau baca? Kali saja bisa nyoba. Kalau udah ntar tak carii

        Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s