selamat natal bagi yang merayakan!

Judulnya seolah ingin bilang kalo penulisnya ga ngerayain natal.

P.s gaya bahasanya nyante dikit la ya, I just want to be myself.

Okay, ya fifty-fifty sih, antara ya dan tidak. Gaje? Emang. Biarkan aku jelasin alasannya.

Dibilang ga merayakan natal mungkin karena 2 alasan ini:

  1. Biasanya, orang-orang akan pergi ke Gereja untuk ibadah Natal. Dan aku engga. Bisakah ini disebut ga merayakan?
  2. Kemudian, orang-orang akan sebisa mungkin pajang pohon natal di rumah mereka, dan diriku juga engga. Terakhir itu abad ke 20 pohon natal berdiri tegap tumbang bersama dengan barang-barang dekorasinya yang ikut hilang. Apakah aku benar-benar ga merayakan Natal?

Dan dibilang merayakan, juga karena mungkin hari ini diriku:

  1. Mengucap syukur ketika ingat Tuhan Yesus lahir ke dunia untuk menyelamatkan umat berdosa sepertiku, bukan hanya natal tapi setiap hari. /ini penting karena ngaruh dalam pertumbuhan rohani seorang Kristen/
  2. Kedua, kita tahu tanggal 25 ini tanggal merah yang artinya libur. Dan kayak orang yang merayakan natal pada umumnya biasa ada acara kumpul keluarga setiap tahunnya dan ada ritual manggang-manggang daging (kecuali babi anjing seorang Advent juga ga makan ya, mohon dicatat). Sedikit cerita: Hari ini keluargaku (ga semuanya sih, karena ada acara masing-masing) datang ke rumah untuk kumpul di hari Natal. Aku ketemu keponakanku; Aleta yang sejak brojol sampai umurnya 2 tahun belum ketemu. Galak di awal, giliran disogok permen sama video kartun langsung ga mau lepas. Ah senang rasanya! Udah gitu aja.Blurry karena anaknya ga bisa diem emang
  3. Mungkin karena hari ini kumpul sama teman gereja juga, jadi serasa ada suasana yang beda, padahal tahun lalu walau kami harus kumpul untuk dekorasi akhir tahun, kami jarang kumpul di tanggal 25 ini.
  4. Aku ngucapin Selamat Natal di sosial media as my status juga. Jadi kesannya aku ngerayain natal gitchu loh.

Yak semua kebingungan ini adalah karena doktrin agama di beberapa gereja itu beda-beda ya genks. Gereja tempatku ibadah dan menganut kepercayaan sih ga ngelarang untuk merayakan natal (tapi untuk ibadah natal memang ga diselenggarakan). Kenapa? Karena natal identik dengan tanggal 25 Desember. Sedangkan Tuhan Yesus lahir ±2000 tahun yang lalu yang hello??! Siapa yang inget ultahnya anak tukang kayu di waktu 2000 taun yang lalu? Emak bapa gue aja yang lahir 60 tahun yang lalu masih bingung mereka lahirnya ‘tepatnya’ kapan, lah gimana jaman Tuhan Yesus 2 abad yang lalu tjoy? Ga ada yang bisa mastiin itu dengan jelas dan bila pun kayanya ada, menurutku cuma jadi dugaan yang aslinya bikin banyak pemahaman yang simpang-siur tentang tanggalnya. Hati-hati salfok ke tanggalnya bukan Tuhannya 😉

Tapi ga salah juga kan berbagi sukacita dan kebahagiaan di hari natal yang penuh berkat ini

Merry Christmas!

With Luv,

jenarilk

Xoxo.

——————-Social Media——————–

Instagram

Twitter

Study tumblr

Facebook

Published by jenari

Hell-o! Tak kenal maka tak sayang, kenalan dulu siapa tau bisa sayang. XD People said, “the best teacher is experience.” And I'm a curious teenager, will change it into a story on my blog. Pencari passion dari berbagai hobi mulai dari belajar, membaca, menulis, main musik, nyanyi, travelling, dan beberapa passion terpendam lainnya. haha. Seorang remaja yang penasaran akan banyak hal. Aku berharap kalian bisa terinspirasi dari setiap tulisan yang ada di blog kecilku ini! Keep in touch with me yang suka nyasar ke instagram: @jenariii and twitter: @jenarilk1

Join the Conversation

10 Comments

Leave a comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: