Review Film Dilan 1990 + Quotes

Hari ini film Dilan 1990 tayang. Aku dan beberapa temanku; Mafrella, Ayu, Stevania sudah pesan tiket sebelum hari H supaya ga kehabisa tiket dan bisa nobar sama official fanbase film Dilan di Karawang. Sedih sih ga bisa nobar sama Nenden, Githa, Lala, Tamara, dll. Tapi satu orang teman SMP-ku, Si Stevania ini akhirnya berhasil aku hasut (re: ajak) untuk nonton walau akhirnya dia nyesel katanya nonton sama aku, soalnya enakan nonton sama doi-nya. Mau tahu kenapa? Lanjut aja baca reviewnya sampai selesai ya! 😉  Eh tapi serius deh kami di jam pelajaran terakhir Bahasa Inggris jadi deg degan banget karena takut telat ke bioskop untuk ambil tiket. 

Seperti yang diketahui khalayak, film Dilan 1990 ini merupakan adaptasi dari tiga novel Dilan-Milea dan aku udah baca ketiganya, kalau kalian belum baca, cobalah baca novelnya terlebih dahulu, ebook dan pdf Dilan gratis sudah bertebaran di mana-mana, yang mana novel ini merupakan karangan Pidi Baiq dan beliau juga merupakan sutradara di Film ini juga bersama Fajar Bustomi. Selamat ayah, rasanya ini merupakan pencapaian terbaik dari trilogi novel Dilan-Milea dan rasanya kami para anak-anakmu sudah bisa menerka-nerka siapa Dilan yang asli di kehidupan nyata. *senyum jahat

Nih aku kasih sinopsisnya dan kali ini aku ga akan spoiler atau apapun karena Iqbal sebagai Dilan di film ini tadi sudah update sg mengingatkan kami supaya ga spoiler saat mereview Film Dilan, dan ini diaaaaa:

“Milea (Vanesha Prescilla) bertemu dengan Dilan (Iqbaal Ramadhan) di sebuah SMA di Bandung. Itu adalah tahun 1990, saat Milea pindah dari Jakarta ke Bandung.Perkenalan yang tidak biasa kemudian membawa Milea mulai mengenal keunikan Dilan lebih jauh. Dilan yang pintar, baik hati dan romantis… semua dengan caranya sendiri. Cara Dilan mendekati Milea tidak sama dengan teman-teman lelakinya yang lain, bahkan Beni (Brandon Salim), pacar Milea di Jakarta.Bahkan cara berbicara Dilan yang terdengar kaku, lambat laun justru membuat Milea kerap merindukannya jika sehari saja ia tak mendengar suara itu. Perjalanan hubungan mereka tak selalu mulus. Beni, gank motor, tawuran, Anhar, Kang Adi, semua mewarnai perjalanan itu. Dan Dilan… dengan caranya sendiri…selalu bisa membuat Milea percaya ia bisa tiba di tujuan dengan selamat.Tujuan dari perjalanan ini. Perjalanan mereka berdua.Katanya, dunia SMA adalah dunia paling indah.”

Film berdurasi 112 menit ini sukses deh buat aku dan penonton lainnya di audio 7 tadi menikmati flow film Dilan 1990 ini. Kami ketawa karena kelucuan Dilan, teriak-teriak kesel karena lucu, teriak-teriak karena kesel sama Si Beni- mantan Milea, teriak-teriak karena baperrrr tingkat dewi cinta di langit kasmaran!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! 

Aaahhh no doubt buat Iqbal-Dilan-nya-aku karena sukses banget bikin aku fangirling-an lagi kayak zaman SD di kala ngefans sama Coboy Junior. Duh dia emang udah menarik dan berkharisma sih ya jadi mau dikata apa juga susaaah banget buatku nemu celah untuk mengkritik dia. Eiitts motif aku nonton Dilan 1990 bukan karena ada Iqbalnya yaaa. BIG NO. Aku memang dari awal baca trilogi novel Dilan-Milea itu udah dibuat penasaran banget sama tokoh Dilan-Si-Peramal yang sebenarnya dan berharap dengan ada filmnya, bisa tahu siapa sih Dilan yang bijak, yang kata teman sebangkuku dia itu mirip Lupus; pintar romantis dan jenaka tapi bedanya, Dilan lebih badboy karena ia seorang Panglima Tempur saat tawuran. Ayahhh, suka banget sama karakter Dilan yang caranya meyakinkan wanita itu sederhana tapi romantis dan unik banget.. Tuhan, sisakan satu untukku ya..Amin. Tau kah kalian, selama adegan Iqbal jadi Dilan sebagai Panglima Tempur itu aku merinding diantara rasa kagum karena keren sama agak ngeri juga sih karena rombongan tawurannya gilss ramai sekali :’) Oh aku tahu apa yang harus dikomentari soal Iqbal as Dilan: kenapa di sini Dilannya manisssss sekali? Ga ada adegan dia kesal sama Milea sama sekali huhu terlalu sempurna, padahal kesempurnaan hanya milik Tuhan. 

Dan Milea-Sasha yang aku harap itu aku sih cuma ya aku yakin ceritaku nanti bisa lebih indah dari Dilan-Milea atau Iqbal-Sasha. Amin dong ya hehe.. Di sini Mileanya itu 52% banyak bingungnya dalam menyikapi cintanya Dilan padahal Dilan udah romantis banget. Mungkin karena status Dilan di situ tadinya seorang pelakor/orang ke-3/PHO antara Milea dan Beni walau dia ga tahu itu. Tapi Sasha bisa mewakilkan semua sikap wanita yang hampir semuanya itu benar, tinggal dicocok-cocokin aja sama pribadi masing-masingnya. Mulai dari sikap cewek yang awalnya cuek, dan begitulah akhirnya. Para pria, sesekali nontonlah film bergenre drama supaya kamu tahu bagaimana sifat wanita yang sebenarnya. Dibalik kode, pasti ada terjemahan rahasia yang berarti. 

Kehidupan Sosial Film Dilan 1990

Untuk beberapa scene, film ini sukses membawa aku ‘sedikit’ ke suasana pada waktu ’90-an. Karena kendaraan zaman sekarang kan sudah susah nyari bemo atau mikrolet jadi kurang berasa aja gitu kalau transportasinya angkot sekarang kan masih banyak. Motornya Dilan lumayan eye-catching buatku. Dia pakai 2 motor di film ini; kamu bisa lihat trailernya, aku kurang ngerti dunia permotoran. Tapiii mobil bunda-nya Dilan juga ga kalah gentle-nya. Surat undangan dari Dilan buat Milea di film itu lucuuu banget fix!!!!!!!!!!! Lalu cokelat dari Dilan yang dititip ke Tukang Koran untuk Milea juga 90’s vibes syekalii. Kamarnya Dilan woi tolong mini heaven in the world tho. Rak bukunyaaa gilsss, posternya duh haha terus ada poster dengan quotes ala jagoan tawuran gitu, keren sih tapi sayang aku lupa gatau kalau besok.

  Q  U O T E S FILM DILAN 1990:

Milea, kamu cantik, tapi aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja.

Jangan pernah bilang ke aku ada yang menyakitimu, nanti orang itu akan hilang.

Jangan rindu, berat. Kamu gak akan kuat. Biar aku saja.

Cemburu itu hanya untuk orang-orang yang tidak percaya diri. Ya, dan sekarang aku sedang tidak percaya diri.

Angin untuk menghembus rambutmu, aku untuk mencintaimu.

Cuplikan percakapan mereka yang diadaptasi dari novel:

Dilan: Kamu jangan ketawa. Ketawamu itu bagus nanti dia suka.

Milea: Ketawa ah, biar dia suka.

Dilan: Paling aku berantem sama dia.

Milea: Kenapa?

Dilan: Rebutan. 

Milea: Aku ingin kamu yang menang.

Quotes dilan banyak kok gaes di bukunya, keren-keren banget ada puisi yang slengean tapi keren sih menurutku. Baca sajalah. 

Intinya, buatku sih Film Dilan ini memenuhi ekspektasiku.

Ratingnya 4/5 ⭐⭐⭐⭐

Baper ✔

Keren ✔

Kocak ✔

Merinding ✔

Jadi, segitu aja dulu review Film Dilan 1990! Aku mau cari Film Lupus, biarkan pacar-pacarku hanya berasal dari tokoh di film-film saja untuk saat ini.

Let’s be friends!

Instagram|Twitter

Advertisements

28 thoughts on “Review Film Dilan 1990 + Quotes

  1. mfadel says:

    Dari mana munculnya angka 52% di situ wkwkwk
    Dilan, Dilan. Emang karismatis banget sih tokoh di novelnya. Adegan romatisnya juga nggak ada yang nyaingin wkwk. Tapi apa nontonnya nggak aneh gitu jen gaya dialognya? Maksudnya terlalu kaku bahasanya (kalau lihat dari trailer)

    Liked by 2 people

  2. azizatoen says:

    Waaaa habis nonton Dilan eh baca reviewnya Jenari, jadi keinget lagi pas nonton tadi wkwk
    Sebenernya filmnya nggak bisa dibilang jelek ya, tapi bagus banget juga nggak. Lumayanlah buat mengingat kembali masa2 sma dulu, tapi masa sma-ku nggak seindah punya Dilan dan Milea 😂😭

    Gombalan soal KUA yang paling membekas sih, karena yasalam masih sma mikirnya udah kesana aja Dilaaaaan Dilaaaan *elus-elus kepala* 😂😂😂

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s