Bahagia itu Sederhana

Terkadang kita lupa, di masa kanak-kanak hal yang paling krusial yang kerap dilakukan adalah bermain. Itu sudah menjadi semacam kebutuhan dasar. Tidakkah kamu begitu? Kalau saya, tentu saja iya. Banyak hal yang saya korbankan untuk mencapai rutinitas yang satu itu. Bangun pagi untuk bantu Mama walau hanya hal-hal remeh-temeh supaya bisa bermain lebih awal. Bahkan setelah seharian penuh bermain, waktu saya untuk mandi dan istirahat saya korbankan, sampai Bapa harus turun tangan supaya saya bisa menyuruh segera mandi dengan lidi-nya dan itu selalu berhasil wkwk. Tapi ternyata bahagia tidak sesederhana itu. Lalu tulisan sama judulnya kontroversial dong? Entahlah, saya biarkan saja pikiran dan tangan saya bekerja sama untuk menyampaikan uneg-uneg yang sudah menumpuk.

Dua hari yang lalu, keluarga dari Bapa saya datang, ada Bibi-Kila beserta sepupu-sepupu saya dan juga anak-anak mereka. Lucu-lucu sekali, gemas. Mereka asyik main di kebun belakang rumah sampai sore. Tapi sore hari setelah mandi pun mereka tetap lanjut bermain. Betapa beruntungnya kalian, nak. Dulu aunty selesai mandi harus ngeram di rumah sampai fajar menjemput sang malam.

Kebetulan di samping rumah ada ruko isinya permainan anak-anak ala timezone gitu, nah yang paling eyecatching untuk anak-anak ini adalah odong-odong. Hmm apa ya namanya itu, sejenis permainan yang ada di mall ataupun gerobak mamang-mamang yang bisa bergerak dengan bantuan koin atau digoes dari sepeda. Nah melihat itu, langsung deh mereka nyelonong naik itu. Dasar anak jaman now.

Ada salah satu dari keponakan aku itu tipikal yang jutek dan jarang senyum (tapi menyimpan perasaannya sendiri), nah aku khawatir banget sama dia. Si gadis manis ini kelihatan ga senang atau kukira malah bosan dengan kuda-kudaannya yang ia naiki selama 2 ronde. 😦

Selepas bermain, semuanya kembali ke rumah untuk makan malam. Setelah selesai, kami mengobrol satu sama lain. Dua dari keponakan aku adalah saudara adik dan kakak, mereka LDR-an dengan Bapa-nya yang bekerja di luar pulau. Tapi mereka menjaga hubungannya dengan sangat baik menurut aku. Setiap ada kesempatan, mereka saling menelpon, melakukan panggilan video di gawai dan sebisa mungkin sang ayah mengambil cuti untuk menjaga hubungan mereka tidak sebatas gawai saja. Sentuhan fisik untuk hubungan keluarga adalah salah satu hal yang sepele sebenarnya namun penting.

Ketika menelpon, anaknya yang bungsu bercerita tentang apa yang baru saja ia lakukan,
“Papa aku tadi naik odong-odong.” katanya dengan logat bocah
Bapa-nya menjawab, “Oh ya? Sama siapa, nakku?”
Si bungsu membalas, “Sama Kak Ua (tua) dan Kakak Jileta.”
“Oh gitu, bagus anakku.” jawab ayahnya.
“Papa aku senang!” kata Si Bungsu lagi.

Kata-kata itu terngiang-ngiang di pikiranku selama ia bisa bertahan. Dan kupikirkan selama yang aku mampu mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Sang anak dengan sedikit bantuan ibunya untuk mengeluarkan uang untuk membeli dua buah koin seharga dua ribu bisa mendatangkan sebuah senyuman, pekikan gembira dan perasaan nyaman karena sadar bahwa dia sesungguhnya dicintai oleh keluarganya.

Lalu apa respon keponakanku yang jutek itu? TERNYATA, dia pun ikut tersenyum saat Si Bungsu mengatakan perasaannya secara jujur dan terbuka. Wuah kupikir dia tidak senang atau malah takut karena merasa asing di lingkungan baru tadi. Ternyata mereka sangat menikmati permainan sehabis mandi itu dan mendapatkan kebahagiaan yang sebenarnya sangat sederahana bila dilihat dari kacamata orang dewasa.
Dari hal ini aku belajar, mungkin, bila kita menikmati hal-hal kecil di sekitar kita, kita bisa menjadi orang yang bahagia dalam menjalani hidup yang berat ini. Karena bila anak kecil mampu bahagia dengan hal gratis atau disponsori orang tua nya, kita pun bisa menikmati hidup dari hal-hal kecil walau hanya menikmati napas yang diberi Sang Kuasa untuk menjalani hidup kita sekarang ini.

Sekali lagi, betapa beruntungnya kalian kesayangannya aunty

Naik odong-odong 😂

Let’s be friends

Instagram|twitter|Bookstagram

Advertisements

4 thoughts on “Bahagia itu Sederhana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s